Perkuat Kapasitas Dosen, STIPAR Ende Gelar Pelatihan Penulisan Ilmiah dan Strategi Tembus Jurnal ScoOleh: Anselmus DW Atasoge, Dosen STIPAR Ende
Perkuat Kapasitas Dosen, STIPAR Ende Gelar Pelatihan Penulisan Ilmiah dan Strategi Tembus Jurnal Sco

Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (Stipar) Ende menggelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Jurnal Online, Jumat (13/3/2026), di Ruang Dosen kampus Stipar Ende.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WITA ini menghadirkan dua narasumber kompeten, Marianus Roni, Ph.D dan Dr. Agustina Mei, M.Pd yang merupakan Dosen Universitas Flores,Ende.

Tujuan utamanya adalah  membekali dosen Stipar Ende dengan keterampilan menulis artikel sistematis dan strategi publikasi di jurnal bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Stipar Ende, Dr. Fransiskus Z.M. Deidhae, MA, yang mengapresiasi kesediaan narasumber berbagi ilmu.

Kegiatan ini merupakan langkah maju bagi peningkatan kinerja dosen Stipar Ende. Menurutnya, publikasi ilmiah merupakan bagian dari identitas keilmuan yang harus terus dikembangkan.

Dr. Agustina Mei memandu sesi pertama bertajuk “Strategi Menyusun IMRaD yang Kuat Untuk Artikel pada Jurnal Terindeks Scopus”. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas struktur IMRaD (Introduction, Method, Results, and Discussion) yang menjadi standar emas jurnal internasional.

Menurutnya, IMRaD membantu artikel menjadi sistematis, mudah dipahami reviewer, logis, dan mampu menunjukkan kontribusi ilmiah secara jelas. Setiap bagian memiliki fungsi strategis. Introduction harus memuat research gap yang jelas dengan referensi internasional terkini (5–10 tahun terakhir).

Methods perlu ditulis transparan agar dapat direplikasi. Results menyajikan temuan secara objektif. Sedangkan Discussion harus menginterpretasi hasil, mengaitkan dengan teori, dan menunjukkan kontribusi orisinal penelitian.

Agustina juga mengingatkan kesalahan umum yang sering menghambat publikasi, seperti introduction terlalu panjang, metode tidak jelas, hasil bercampur dengan diskusi, serta diskusi yang bersifat deskriptif belaka. “Gunakan 60–80% referensi internasional, jelaskan kontribusi penelitian, dan pastikan bahasa akademik yang digunakan jelas dan kontekstual,” pesannya.

Dalam sesi bertema “Tacit Knowledge: Research & Publication”, Agustina menekankan bahwa menulis artikel ilmiah adalah upaya mengembangkan identitas keilmuan.

Baginya, publikasi adalah usaha menembus lapisan batas pengetahuan dengan menawarkan kontribusi baru agar masuk ke dalam sirkel ilmu pengetahuan mapan.

Kegiatan yang dirancang LP2M Stipar Ende ini mencerminkan komitmen institusi untuk memperkuat kapasitas dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah yang berdampak.

Dengan pendekatan terintegrasi mulai dari penguatan metodologi penulisan, strategi pencarian jurnal, hingga pendampingan pendanaan melalui mekanisme MORA, Stipar Ende optimis dapat meningkatkan kualitas publikasi dosen dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks pendidikan pastoral dan keagamaan di Indonesia.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)