Prodi PKK STIPAR Ende Gelar Diskusi BulananKomitmen dan Strategi Sukses Menempuh Studi di Tengah Revisi Kurikulum
Prodi PKK STIPAR Ende Gelar Diskusi Bulanan

Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK) STIPAR Ende kembali menyelenggarakan diskusi bulanan pada Sabtu, 18 April 2026, dengan mengusung tema "Komitmen Studi dan Strategi Sukses dalam Studi". Kegiatan ini menghadirkan Ketua Prodi PKK, Yohanes Donbosko Bhodo, S.Fil., Lic.Th., sebagai narasumber utama yang membahas penyesuaian kebijakan akademik terbaru sekaligus membekali mahasiswa dengan fondasi serta strategi praktis agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu, berkualitas, dan bermakna.


Dalam paparannya, Yohanes Donbosko Bhodo, S.Fil., Lic.Th., menyampaikan sejumlah revisi kurikulum yang mulai diberlakukan guna meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas proses belajar mengajar. Masa studi resmi dipersingkat dari sebelumnya 4,5 tahun atau sembilan semester menjadi empat tahun atau delapan semester. Durasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga disesuaikan dari satu tahun menjadi enam bulan, dengan pendampingan khusus pra-KKN dihilangkan karena materi persiapannya telah diintegrasikan secara penuh ke dalam mata kuliah wajib pada semester enam. 


Selain itu, struktur mata kuliah direvisi melalui penambahan belasan mata kuliah pilihan yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih sesuai minat guna mendukung pengembangan kompetensi. Seminar proposal juga ditetapkan sebagai bagian integral dari perkuliahan sekaligus tahapan awal yang terstruktur menuju penyelesaian tugas akhir.

Menghadapi dinamika akademik yang semakin terstruktur, Prodi PKK menekankan empat aspek kunci yang saling terkait dan memperkuat keberhasilan studi mahasiswa. Komitmen diibaratkan sebagai fondasi utama, yang mencakup tekad pribadi, motivasi internal, dan konsistensi dalam menjalankan proses akademik. Tanpa komitmen yang kuat, strategi lain tidak akan berjalan optimal. Untuk mewujudkannya, mahasiswa dituntut menerapkan manajemen waktu yang baik melalui pengaturan prioritas, penyusunan jadwal belajar yang terukur, serta kedisiplinan diri. 


Di sisi lain, relasi yang terbangun dengan orang tua, dosen, rekan mahasiswa, dan lingkungan akademik berperan sebagai pendukung yang memperkuat daya tahan akademik, emosional, dan sosial. Keempat elemen ini dilengkapi dengan komunikasi efektif yang berfungsi sebagai sarana koordinasi, penyampaian kendala, dan pencarian solusi, sehingga mencegah hambatan akibat miskomunikasi akademik. Para pemateri menegaskan bahwa keempat aspek tersebut tidak berdiri sendiri; jika satu melemah, proses studi berisiko terganggu, namun jika berjalan seimbang, peluang sukses akan terbuka sangat lebar.


Selain aspek akademik, mahasiswa juga diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika dan disiplin diri selama menempuh pendidikan. Hal ini mencakup tata cara berpenampilan, etika makan dan minum di lingkungan kampus, pengelolaan dokumen studi, tata tertib parkir, penggunaan sarana dan prasarana kampus secara bertanggung jawab, serta sikap santun dalam berelasi. Disiplin diri juga menjadi sorotan utama, mulai dari kehadiran dalam perkuliahan, partisipasi aktif di kelas, hingga ketepatan dalam mengerjakan dan mengumpulkan tugas. Khusus bagi mahasiswa yang telah memasuki semester enam, fokus akademik diarahkan pada penyusunan dan pengurusan proposal tugas akhir sebagai langkah strategis menuju kelulusan.


Diskusi bulanan ini ditutup dengan penekanan pada prinsip dasar yang diharapkan menjadi pegangan seluruh civitas akademika Prodi PKK STIPAR Ende, yaitu "Jangan tunda hingga esok apa yang dapat dilakukan hari ini." Dengan menjaga keseimbangan antara komitmen yang teguh, manajemen waktu yang disiplin, relasi yang suportif, serta komunikasi yang terbuka, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan masa studi, menyelesaikan tugas akhir dengan baik, dan siap berkontribusi secara profesional di masyarakat. (Anselmus DW Atasoge).



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)